post

Harga Rokok IQOS di Indonesia dan Jarang Digunakan

Di era modern ini, tren merokok telah mengalami perubahan. Banyak orang mencari alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan nikotin mereka. Salah satu produk yang mulai populer adalah rokok IQOS. Dalam artikel ini, kita akan membahas harga rokok IQOS di Indonesia serta mengapa penggunaannya masih jarang.

Apa itu Rokok IQOS?

IQOS adalah merek rokok elektronik yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang, Philip Morris International. Rokok ini menggunakan teknologi yang berbeda dengan rokok konvensional. IQOS menggunakan sistem pemanasan yang menghasilkan uap, bukan asap seperti rokok biasa. Hal ini membuatnya dianggap sebagai alternatif yang lebih aman.

Harga Rokok IQOS di Indonesia

Harga rokok IQOS di Indonesia bervariasi tergantung pada model dan varian yang dipilih. Pada umumnya, harga starter kit IQOS di Indonesia berkisar antara 1 juta hingga 2 juta rupiah. Starter kit biasanya berisi perangkat IQOS, charger, dan beberapa batang rokok HEETS.

Sementara itu, harga per pack rokok HEETS, yaitu rokok yang digunakan dengan IQOS, berkisar antara 80 ribu hingga 120 ribu rupiah. Setiap pack HEETS berisi sekitar 20 batang rokok. Harga ini bisa berbeda-beda tergantung pada varian rasa yang dipilih.

Alasan Jarang Digunakannya Rokok IQOS

Meskipun rokok IQOS menawarkan beberapa keunggulan, penggunaannya masih jarang di Indonesia. Berikut adalah beberapa alasan mengapa rokok IQOS belum begitu populer di negara ini:

1. Harga yang Mahal

Harga rokok IQOS dan HEETS yang relatif mahal menjadi salah satu faktor utama mengapa penggunaannya masih terbatas. Bagi sebagian orang, biaya yang tinggi untuk membeli perangkat dan rokok HEETS menjadi kendala dalam beralih ke IQOS.

2. Kurangnya Kesadaran

Beberapa orang mungkin belum sepenuhnya menyadari keberadaan rokok IQOS dan manfaatnya dibandingkan dengan rokok konvensional. Kurangnya informasi dan promosi yang cukup membuat penggunaan rokok IQOS tidak begitu populer di Indonesia.

3. Regulasi yang Ketat

Indonesia memiliki regulasi yang ketat terkait rokok elektronik. Meskipun IQOS dianggap sebagai alternatif yang lebih aman, regulasi yang ketat membuat distribusi dan penjualan rokok IQOS terbatas. Hal ini juga mempengaruhi tingkat kesadaran dan ketersediaan produk di pasar.

4. Budaya Merokok yang Kuat

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya merokok yang kuat. Rokok konvensional masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar perokok di Indonesia. Budaya ini menjadi penghalang bagi adopsi rokok IQOS yang relatif baru.

Kesimpulan

Rokok IQOS menawarkan alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan bagi para perokok. Namun, penggunaannya masih jarang di Indonesia. Faktor harga yang mahal, kurangnya kesadaran, regulasi yang ketat, dan budaya merokok yang kuat menjadi beberapa alasan mengapa rokok IQOS belum begitu populer di negara ini. Meskipun demikian, dengan peningkatan kesadaran dan perubahan regulasi, kita dapat melihat peningkatan penggunaan rokok IQOS di masa depan.